Jumat, 29 Oktober 2010

Dampak positif & negatif ( LAN )

Teknologi telekomunikasi tanpa kawat (wireless) yang didorong oleh penetrasi yang sangat cepat dari teknologi telpon seluler (cellular telephone technology) dan teknologi jaringan lokal tanpa kawat (wireless LAN). Integrasi total dari kedua teknologi ini akan segera menjadi kenyataan, sehingga kendala infrastruktur yang menghambat perkembangan jaringan komputer selama ini akan segera teratasi.
Perbedaan antara Jaringan yang menggunakan Kabel dan Jaringan Wireless.
Jaringan wireless memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :


- Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
- Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum).
Di balik iu semua, wireless juga memiliki dampak positif dan negatif. Yang secara tidak langung baik disadari ataupun tidak mempengaruhi perilaku konsumen baik dari cara hidup, kebiasaan, tingkah laku, cara fikir dll.

Dampak negatif teknologi wireless :
Dari segi ekonomi banyaknya pembajakan perangkat lunak/softwere, penyebaran virus-virus komputer. Di mana hal ini sangat merugikan pemerintah, pihak pengusaha maupun masyarakat umum.
Dari segi sosial dan budaya, masyarakat indonesia khususnya kalangan remaja mulai terpengaruh gaya hidup masyarakat luar negri yang mana banyak yang bertolak belakang terhadap norma-norma yang ada pada bangsa indonesia. Peredaran NARKOBA dan Bisnis prostitusi misalnya, jelas sekali meng-adopsi konsep jaringan, karena lebih andal dan sulit dibongkar. Mungkin pada suatu saat bisa ditangkap satu-dua node atau diputus satu dua link, tapi keseluruhan jaringan tetap beroperasi.
Dari segi politik. Gerakan-gerakan politik bawah tanah, kegiatan terrorisme, spionase dan intelijen umumnya beroperasi dengan sistem jaringan. Baru akhir-akhir ini saja sistem jaringan di-adopsi untuk kegiatan-kegiatan legal dengan tujuan-tujuan kebaikan, seperti dalam dunia bisnis dikenal jaringan MLM (Multi-level Marketing, walau pun menggunakan istilah “level” tapi tidak sama pengertiannya dengan level-level struktural pada sistem organisasi konvensional), kegiatan-kegiatan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), bahkan upaya pengentasan kemiskinan seperti proyek “Jaring Pengaman Sosial” (JPS) pada mulanya dikonsepkan untuk menerapkan sistem jaringan tapi kemudian terjebak dalam struktur birokrasi pemerintahan.

Dampak positif teknologi wireless :
Dari segi ekonomi, masyarakat dapat mengakses data dengan cepat dan murah. Di mana kita dapat mengakses data di manapun selama masih dalam jangkauan hot spot seperti mengakses data di mobil, taman, café dll.
Dari segi sosial budaya, banyaknya informasi yang dapat diserap dan adanya kemudahan tehadap pencarian data. Serta membentuk cara berfikir yang lebih moderen.

Perkembangan teknologi wireless memiliki kelemahan dan keunggulan serta memiliki dampak positif dan juga negatif terhadap prilaku konsumen,ini semua tergantung bagai mana cara kita agar lebih bijak dalam memenfaatkan perkembangan teknologi yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar